Thursday, 11 February 2016

Kolom Akhir: Ulang Tahun oleh Fanny Chotimah




Pernah terpikirkah,  mengapa istilah memeringati hari lahir dalam bahasa Indonesia ialah ulang tahun? Sedang dalam bahasa Inggris birthday artinya hari lahir. Saya pikir ulang tahun terasa sedikit aneh, karena kita tidak pernah bisa mengulang tahun bukan? Tahun-tahun melewati kita dan saya sendiri inginnya move on! Hehehe
Seingat saya keluarga saya pun tidak pernah membuat ulang tahun menjadi tradisi yang harus diperingati dalam keluarga. Sampai usia saya saat ini, ulang tahun yang pernah dirayakan hanya saat 17 tahun, sweet seventeen saat SMA dulu. Berbeda dengan saya, saat Adya anak pertama saya lahir saya baru mengenal tradisi bancaan dalam adat orang Jawa. Jadi waktu itu umur 8 hari ada selapanan, lalu umur sebulan sampai usianya satu tahun terus diadakan bancaan. Saya senang melihat anak-anak datang dengan bersemangat mengantri. Menikmati sepincuk nasi hangat gudangan dalam daun pisang sungguh tampak menyenangkan. Menyaksikan anak-anak melahap sayuran bukan makanan cepat saji seperti memberi harapan. Lalu ketika Adya bertambah usia menginjak usia 2 jalan 3 tahun, ia sudah menemukan ke-aku-annya. Ia menjadi posesif terhadap apa yang menjadi barang-barangnya: gelasku, piringku, bukuku, bajuku, dsb. Termasuk jika ia memiliki makanan ataupun mainan, susah sekali untuk ia bagi dengan orang lain.  Saya agak cemas sehingga saya dan ayahnya memutuskan untuk merayakan ultah Adya ke-3 mengundang teman-teman sebayanya di lingkungan tempat kami tinggal.
Kartu undangan saya buat sendiri, saya tambahkan keterangan tulisan: tak usah bawa kado datang saja yaaa! Saya pun berpikir keras untuk tidak membelikan kue-kue jajanan seperti biskuit atau permen dan semacam itu. Akhirnya kami membuat tumpeng nasi kuning dan buku gambar plus crayon untuk anak-anak bawa pulang. Sementara itu biarlah tak ada kado untuk Adya. Karena memang kami berharap dia bisa berbagi dengan teman-temannya. Usia Pawon tak jauh berbeda dengan usia Adya. Tahun ini Pawon menginjak 9 tahun, saya pikir Pawon dari semenjak lahir sudah selalu memberi. Semoga selalu begitu dan semoga selalu berumur panjang dan terus memperbaiki diri.

1 comment:

dona prawisuda,SH said...

Bu fanny keren...dari teman SMA mu yg dl pernah di beri buah mangga dari pohon di halaman rumah mu di bandung, salam dan sukses