Thursday, 11 February 2016

Kolom Akhir: Rumah dan Kesepian oleh Thea Arnaiz Le



Rumah dan keluarga bagi saya adalah tempat untuk tumbuh. Rumah juga tempat saya mengenal musik, rumah kecil ini tidak pernah jauh dari suara tape radio yang diputar. Energik sekali aura rumah ini, selalu bergerak sejak subuh sampai malam hari. Kebetulan pos ronda dibangun di depan rumah ini. Semuanya energik. Sampai saat kita menyadari bahwa rumah ini tidak selalu tetap isinya. Bisa saja bertambah atau berkurang.
Bagi keluarga saya, beberapa barang di rumah ini punya pemiliknya. Saya sendiri menguasai buffet di ruang tamu dengan buku-buku dan koran-koran. Berkali-kali nenek mendesak saya untuk menjual buku dan koran yang lawas itu. Berkali-kali pula saya keras kepala. Tidak ada yang boleh menjual buku dan koran itu tanpa ada persetujuan dari saya. Egois sekali. Gitar yang digantung di ruang tamu bisa juga sekaligus ruang keluarga itu, milik paman saya. Sesekali saat berkumpul atau sendiri saja paman memainkan gitar kadang aku biasa me-request lagu.
Bibi saya pernah mengatakan, suatu hari rumah itu akan ditinggal oleh penghuninya seiring waktu baik oleh kedewasaan maupun kematian. Bibi benar. Seiring waktu rumah itu semakin sepi saja, percakapan semakin sedikit. Pergi mencari jalan sendiri ataupun kematian jadi alasan. Paman-paman saya mendewasa, menikah dan tentu setiap keluarga baru mengidamkan rumah sendiri yang nyaman. Beberapa pergi mencari jalan. Kematian salah satunya, dan nenek buyut memilih itu.
Beberapa barang pun ditinggalkan pemiliknya. Kadang saya selalu teringat tentang buku dan koran lawas saya, saya mencurigai nenek benar-benar menjualnya ke tukang loak. Dan mengambil keuntungan secara sepihak. Tapi ya sudahlah, buffet dan isinya itu memang tak mungkin saya bawa yang memilih pergi dari rumah meneruskan pendidikan. Gitar paman saya mungkin sekarang berdebu tidak pernah ada yang memainkannya lagi semenjak paman menikah dan pindah.
Jatah beras yang dimasak nenek akan berkurang. Rumah semakin sepi, rumah juga pasti merasakan kesepian

No comments: